Sunday, 13 November 2011

Fungsi serat bagi tubuh manusia

Serat dalam Sistem Pencernaan

Serat bukan merupakan energi. Walaupun demikian serat mempengaruhi pencernaan komponen lain dalam makanan. Hal ini dapat terjadi, karena diet tinggi serat dalam makanan dapat meningkatkan pengelauaran lemak dan nitrogen dari dalam tubuh.

Serat dimetabolisme oleh bakteri usus. Bahan ini diduga berpengaruh terhadap volume tinja, waktu singgah tinja produksi gas yang keluar dari proses usus, metabolisme bakteri, pengeluaran garam empedu, dan asam lemak tertentu.

Didalam usus, terdapat bakteri yang dapat memecah serat menjadi asam lemak rantai pendek, air, dan karbondioksida . pada binatang memamah biak, asam lemak i ni diserap sebagai sumber energi.Manusia mengeluarkan asam lemak dari dalam tubuhnya dalam konsentrasi tinggi . melalui kotoran (feses)nya, tetapi seberapa banyak asam lemak yang diserap belum diketahui.

Didalam serat terdapat zat yang disebut lignin. Zat ini merupakan bagian yang paling sukar dicerna. Sifat zat ini adalah menghambat pencernaan komponen serat lain.

Serat berfungsi untuk melunakkan feses dan meingkatkan volume feses. Berarti serat mempermudah buang air besar. Dan meningkatkan produksi gas usus. Pengeluaran feses seseorang dengan diet ( makan ) serat tinggi adadalah sekitar 80 – 160 gram perhari. Sedang pada vegetarian kotoran yang dikeluarkan bisa mencapai 225 gram perhari. Seseorang yang semula hanya sedikit makan serat, akan mengalmi peningkatan berat feses kalau ia diberi diet serat dalam jumlah tinggi.serat juga mempengaruhi waktu singgah makanan yang masuk kedalam pencernaan. Waktu singgah yang pendek tersebut terjadi akibat banyaknya air yang tertahan dalam rongga usus oleh bahan – bahan yang yang sulit dicerna.

Serat dapat mencegah gangguan tubuh dan Penyakit

sumber diambil dari buku kesehatan " Ensiklopedia" pengobatan Herba.

No comments:

Post a Comment